Siti Aisyah, masyarakat negara Indonesia (WNI) yang sudah ditahan dua tahun atas dakwaan membunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dibebaskan dari tahanan Senin (11/3/2019). Hakim Malaysia hentikan masalah ini sesudah jaksa menarik dakwaan.
Jaksa menarik dakwaan tiada memberi fakta. Siti Aisyah secara cepat dibawa keluar dari ruangan sidang serta masuk ke mobil yang telah menanti.
Baca juga : Biaya Kuliah UPH
Siti Aisyah yang emosional menjelaskan pada wartawan jika ia baru mengetahui Senin pagi jika ia akan dibebaskan. "Saya terperanjat serta begitu suka," tuturnya.
Demikian sebaliknya, terdakwa pembunuhan asal Vietnam, Doan Thi Huong, masih tetap ditahan. Ia akan mulai memberi pembelaannya di sidang hari Senin, sesudah beberapa bulan terlambat.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, mengakui berterima kasih pada pemerintah Malaysia.
Ke-2 wanita muda itu didakwa memoleskan agen saraf VX di muka King Jong-nam di terminal bandara di Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.
Mereka menjelaskan jika mereka fikir mereka ambil sisi dalam adegan prank atau lelucon untuk acara tv. Mereka ialah dua terduga yang ditahan sesudah empat terduga asal Korea Utara melarikan diri dari Malaysia di hari yang sama waktu Kim Jong-nam terbunuh.
Baca juga : Biaya Kuliah UMB
Salim Bashir, seseorang pengacara untuk Huong, menjelaskan awal mulanya jika client-nya siap untuk bersaksi dibawah sumpah untuk pembelaannya.
“Dia yakin diri serta siap untuk memberi vs ceritanya. Ini benar-benar berlainan dari apakah yang dilukiskan oleh jaksa. Ia membuat lelucon serta tidak punya niat membunuh atau melukai siapa juga," tuturnya pada AP.
Monday, March 11, 2019
Sunday, March 10, 2019
Identitas Korban Selamat dan Meninggal Ambruknya Tambang Emas Bolmong
Basarnas pada akhirnya melaunching beberapa nama korban yang selamat serta wafat tragedi tambang emas roboh di Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) hasil evakuasi semenjak Rabu (27/2/2019) sampai Kamis (28/2/2019).
Menurut Humas SAR Manado, Feri Ari Yanto, beberapa nama tersebut yang telah terdata ada 27 orang yang sukses dievakuasi, 19 orang selamat serta 8 wafat.
Baca juga : Jurusan di UNTAN
Jati diri Korban Selamat:
1. Harsono Mokoginta usia 20 tahun, pekerjaan tanpa, alamat Tuduaog Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
2. Fian Potabuga, usia 42 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu Propinsi Sulawesi Utara.
3. Sawaludin Mamonto, usia 35 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
4. Zulfikran Makahindang, usia 17 tahun, pekerjaan tanpa, alamat Desa Nuangan Selatan, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolmong Timur, Propinsi Sulawesi Utara.
5. Muin Idris, usia 40 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Solimandungan Dua, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
6. Fandi Modeong, usia 27 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
7. Langko Aukanang, usia 38 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara
8. Topan Potabuga, usia 41 tahun, pekerjaan penambang, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara
9. Sudarto Tulong, usia 42 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
10. Deni Mamonto, usia 31 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara.
11. Anas Setyo Nugroho, usia 25 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolmong Timur, Propinsi Sulawesi Utara.
12. Mardianto Singsasi, usia 32 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Bilalang, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
13. Harung Mamonto, usia 45 tahun, pekerjaan Penambang, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
14. Demat Manangin, usia 38 tahun, pekerjaan Penambang, alamat Desa Solimandungan Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
15. Wandi Potabuga, usia 32 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
16. Mantoni Paputungan, usia 32, pekerjaan tani, alamat Mopusi Kec. Lolayan Kab. Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
17. Udin Tulong, usia 35 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
18. Risko Tampoi, usia 19 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
19. Tedi Mokoagow, usia 24 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Gogagoman, KecamatanKotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara.
Baca juga : Jurusan di POLINELA
Jati diri Korban Wafat Dunia:
1. Arifin Mamonto, usia 41 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara
2. Ikram Makahumba, usia 19 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mataindo, Kecamatan Pinolisian, Kabupaten Bolmong Selatan, Propinsi Sulawesi Utara.
3. Erwin Paputungan, usia 21 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
4. Waldi Tiwang, usia 38 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Pangian, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
5. Oni Asikin masyarakat Desa 33 Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
6. Uleng Mamonto, usia 45 tahun, alamat Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
7. Tedi Mokodompit, 36 tahun, pekerjaan tani alamat Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara.
8. Rusman Misnan Pobela, usia 39 tahun, pekerjaan Tani, alamat Desa Pangian Barat, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi.
“Korban atas nama Rusman Misnan Pobela ini, wafat sebelumnya setelah telah mendapatkan perawatan di RS Monompia Kotamobagu saat 2 hari,”pungkas Feri.
Menurut Humas SAR Manado, Feri Ari Yanto, beberapa nama tersebut yang telah terdata ada 27 orang yang sukses dievakuasi, 19 orang selamat serta 8 wafat.
Baca juga : Jurusan di UNTAN
Jati diri Korban Selamat:
1. Harsono Mokoginta usia 20 tahun, pekerjaan tanpa, alamat Tuduaog Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
2. Fian Potabuga, usia 42 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu Propinsi Sulawesi Utara.
3. Sawaludin Mamonto, usia 35 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
4. Zulfikran Makahindang, usia 17 tahun, pekerjaan tanpa, alamat Desa Nuangan Selatan, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolmong Timur, Propinsi Sulawesi Utara.
5. Muin Idris, usia 40 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Solimandungan Dua, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
6. Fandi Modeong, usia 27 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
7. Langko Aukanang, usia 38 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara
8. Topan Potabuga, usia 41 tahun, pekerjaan penambang, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara
9. Sudarto Tulong, usia 42 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
10. Deni Mamonto, usia 31 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara.
11. Anas Setyo Nugroho, usia 25 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolmong Timur, Propinsi Sulawesi Utara.
12. Mardianto Singsasi, usia 32 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Bilalang, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
13. Harung Mamonto, usia 45 tahun, pekerjaan Penambang, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
14. Demat Manangin, usia 38 tahun, pekerjaan Penambang, alamat Desa Solimandungan Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
15. Wandi Potabuga, usia 32 tahun, pekerjaan penambang, alamat Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
16. Mantoni Paputungan, usia 32, pekerjaan tani, alamat Mopusi Kec. Lolayan Kab. Bolmong Propinsi Sulawesi Utara.
17. Udin Tulong, usia 35 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
18. Risko Tampoi, usia 19 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
19. Tedi Mokoagow, usia 24 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Gogagoman, KecamatanKotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara.
Baca juga : Jurusan di POLINELA
Jati diri Korban Wafat Dunia:
1. Arifin Mamonto, usia 41 tahun, pekerjaan tani, alamat Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara
2. Ikram Makahumba, usia 19 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mataindo, Kecamatan Pinolisian, Kabupaten Bolmong Selatan, Propinsi Sulawesi Utara.
3. Erwin Paputungan, usia 21 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
4. Waldi Tiwang, usia 38 tahun, pekerjaan tani, alamat Desa Pangian, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
5. Oni Asikin masyarakat Desa 33 Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
6. Uleng Mamonto, usia 45 tahun, alamat Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Propinsi Sulawesi Utara.
7. Tedi Mokodompit, 36 tahun, pekerjaan tani alamat Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Propinsi Sulawesi Utara.
8. Rusman Misnan Pobela, usia 39 tahun, pekerjaan Tani, alamat Desa Pangian Barat, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong Propinsi Sulawesi.
“Korban atas nama Rusman Misnan Pobela ini, wafat sebelumnya setelah telah mendapatkan perawatan di RS Monompia Kotamobagu saat 2 hari,”pungkas Feri.
Friday, March 8, 2019
Waspada! Gelombang Tinggi Ancam Pantura Jateng hingga Akhir Pekan
Gelombang tinggi sampai 2,5 mtr. meneror perairan di pantura Jawa Tengah sampai empat hari ke depan. Masyarakat yang tinggal serta melakukan aktivitas di pesisir ruang itu disuruh tetap waspada.
Baca juga : Biaya Kuliah UB
Peringatan awal gelombang tinggi itu dikeluarkan Tubuh Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas Semarang.
Prakiraan gelombang tinggi itu laku mulai ini hari Selasa (5/3/2019) jam 07.00 WIB sampai Sabtu 8 Maret jam 07.00 WIB. "Tinggi gelombang 1,25 - 2,5 mtr. berkesempatan berlangsung Laut Jawa sisi tengah serta perairan utara Jawa Tengah," kata prakirawan BMKG, Sri Mulyani.
Ia menuturkan, gelombang tinggi itu berdasar pada penilaian atas skema desakan rendah 1007 hPa yang teridentifikasi di Samudra Hindia barat daya Banten serta daerah konvergensi di Samudra Hindia Selatan Bali sampai Sumbawa NTT.
Kecepatan angin paling tinggi terpantau di Perairan Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu- Pulau Enggano, Perairan Kepulauan Kangean, Laut Jawa sisi timur, Selat Makassar sisi selatan, Laut Sumbawa, perairan utara Kepulauab Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sermata. "Berharap dilihat resiko tinggi pada keselamatan pelayaran," tukasnya.
Baca juga : Biaya Kuliah UPNVJ - Pendaftaran UPNVJ
Perahu nelayan batas aman berlayar dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot serta tinggi gelombang diatas 1,25 mtr., kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot serta tinggi gelombang diatas 1,5 mtr., serta kapal ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot serta tinggi gelombang diatas 2,5 mtr..
Sesaat kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar aman berlayar bila kecepatan angin tidak lebih dari 27 knot serta tinggi gelombang diatas 4 mtr.," terangnya. "Dimohon pada penduduk yang tinggal serta melakukan aktivitas di pesisir seputar ruang yang berkesempatan berlangsung gelombang tinggi supaya masih tetap siaga," ujarnya.
Baca juga : Biaya Kuliah UB
Peringatan awal gelombang tinggi itu dikeluarkan Tubuh Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas Semarang.
Prakiraan gelombang tinggi itu laku mulai ini hari Selasa (5/3/2019) jam 07.00 WIB sampai Sabtu 8 Maret jam 07.00 WIB. "Tinggi gelombang 1,25 - 2,5 mtr. berkesempatan berlangsung Laut Jawa sisi tengah serta perairan utara Jawa Tengah," kata prakirawan BMKG, Sri Mulyani.
Ia menuturkan, gelombang tinggi itu berdasar pada penilaian atas skema desakan rendah 1007 hPa yang teridentifikasi di Samudra Hindia barat daya Banten serta daerah konvergensi di Samudra Hindia Selatan Bali sampai Sumbawa NTT.
Kecepatan angin paling tinggi terpantau di Perairan Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu- Pulau Enggano, Perairan Kepulauan Kangean, Laut Jawa sisi timur, Selat Makassar sisi selatan, Laut Sumbawa, perairan utara Kepulauab Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sermata. "Berharap dilihat resiko tinggi pada keselamatan pelayaran," tukasnya.
Baca juga : Biaya Kuliah UPNVJ - Pendaftaran UPNVJ
Perahu nelayan batas aman berlayar dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot serta tinggi gelombang diatas 1,25 mtr., kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot serta tinggi gelombang diatas 1,5 mtr., serta kapal ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot serta tinggi gelombang diatas 2,5 mtr..
Sesaat kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar aman berlayar bila kecepatan angin tidak lebih dari 27 knot serta tinggi gelombang diatas 4 mtr.," terangnya. "Dimohon pada penduduk yang tinggal serta melakukan aktivitas di pesisir seputar ruang yang berkesempatan berlangsung gelombang tinggi supaya masih tetap siaga," ujarnya.
Wednesday, March 6, 2019
Sebanyak 50 Potongan Kepala Budak Seks ISIS Dibuang di Tempat Sampah
Setidaknya 50 kepala dari masyarakat Yazidi yang jadikan budak sex grup Islamic State atau ISIS diketemukan dalam keadaan terputus serta dibuang dalam tempat sampah di Baghuz, Suriah. Beberapa puluh kepala korban grup radikal itu diketemukan Special Air Service (SAS), grup pasukan spesial Inggris.
Baca juga : Jurusan di POLNES
Pasukan SAS menjelaskan penemuan itu memperingatkan mereka pada epos perang Apocalypse Now, yang memvisualisasikan kengerian perang Vietnam. Pasukan elite itu pun temukan sisa-sisa jasad militan ISIS yang meninggal dalam pertarungan atau dibantai oleh komandannya sebab diduga jadi mata-mata.
Aksi mengerikan itu diketemukan saat pasukan elite SAS pimpin serangan pada kantong paling akhir grup teror itu di Baghuz, pinggir Sungai Eufrat, Suriah timur.
Sumber penting pasukan SAS menjelaskan pada jika kekejaman beberapa militan ISIS telah tidak kenal batas, grup pengecut yang menghajar wanita menjadi aksi paling akhir dari kebobrokannya.
Sumber itu menjelaskan tidak ada tentara yang dapat melupakan panorama mengerikan yang mereka tonton saat mereka temukan tempat sampah di jaringan terowongan tikus ISIS, yang dipakai oleh beberapa jihadis untuk melarikan diri.
Baca juga : Jurusan di POLNEP
Beberapa militan ISIS disangka sudah memenggal lusinan wanita yang sudah dikasihkan pada mereka untuk "kenikmatan seksual".
Pasukan SAS sudah mainkan peranan terpenting dalam memerangi grup teroris semenjak mereka pertama-tama dikerahkan ke Irak serta Suriah pada tahun 2015. Perburuan internasional di luncurkan waktu itu untuk temukan Mohammed Emwazi, yang popular diketahui menjadi Jihadi John.
Mencuplik laporan India Today, tempo hari (27/2/2019), pertarungan paling baru untuk memberantas grup ISIS di Baghuz diawali semenjak 9 Februari 2019. Dalam dua hari pertama, lebih dari 37 militan ISIS meninggal serta 19 basis grup itu hancur, termasuk juga pusat kendali operasional dalam suatu masjid di Baghuz pada 11 Februari.
Baca juga : Jurusan di POLNES
Pasukan SAS menjelaskan penemuan itu memperingatkan mereka pada epos perang Apocalypse Now, yang memvisualisasikan kengerian perang Vietnam. Pasukan elite itu pun temukan sisa-sisa jasad militan ISIS yang meninggal dalam pertarungan atau dibantai oleh komandannya sebab diduga jadi mata-mata.
Aksi mengerikan itu diketemukan saat pasukan elite SAS pimpin serangan pada kantong paling akhir grup teror itu di Baghuz, pinggir Sungai Eufrat, Suriah timur.
Sumber penting pasukan SAS menjelaskan pada jika kekejaman beberapa militan ISIS telah tidak kenal batas, grup pengecut yang menghajar wanita menjadi aksi paling akhir dari kebobrokannya.
Sumber itu menjelaskan tidak ada tentara yang dapat melupakan panorama mengerikan yang mereka tonton saat mereka temukan tempat sampah di jaringan terowongan tikus ISIS, yang dipakai oleh beberapa jihadis untuk melarikan diri.
Baca juga : Jurusan di POLNEP
Beberapa militan ISIS disangka sudah memenggal lusinan wanita yang sudah dikasihkan pada mereka untuk "kenikmatan seksual".
Pasukan SAS sudah mainkan peranan terpenting dalam memerangi grup teroris semenjak mereka pertama-tama dikerahkan ke Irak serta Suriah pada tahun 2015. Perburuan internasional di luncurkan waktu itu untuk temukan Mohammed Emwazi, yang popular diketahui menjadi Jihadi John.
Mencuplik laporan India Today, tempo hari (27/2/2019), pertarungan paling baru untuk memberantas grup ISIS di Baghuz diawali semenjak 9 Februari 2019. Dalam dua hari pertama, lebih dari 37 militan ISIS meninggal serta 19 basis grup itu hancur, termasuk juga pusat kendali operasional dalam suatu masjid di Baghuz pada 11 Februari.
Tuesday, March 5, 2019
Dilimpahkan ke Kejari Jakbar, Steve Emmanuel Terancam Hukuman Mati
Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat sah melimpahkan masalah kepemilikan kokain punya aktor, Steve Emmanuele pada Kejakasaan Negeri Jakarta Barat. Pesinetron itu dijaring masalah 114 ayat 2 serta 112 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika dengan intimidasi hukuman penjara seumur hidup sampai hukuman mati.
Baca juga : Biaya Kuliah UNIJOYO
“Berkas telah komplet. Semua telah kami berikan pada kejaksaan,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh, Kamis (21/2/2019).
Erick meneruskan dalam pemberkasan itu, Polisi ajukan masalah 114 ayat 2 serta 112 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Sesaat pada masalah 127 mengenai mengkonsumsi narkoba pada dianya, Polres Jakbar tidak memberikan.
Pada masalah itu, Steve terancam hukuman penjara optimal seumur hidup atau hukuman mati. Dia dapat dibuktikan kuat lakukan penyelundupan, konsumsi, serta membaginya pada beberapa partnernya. “Kami berikan seutuhnya pada jaksa,” kata Erick.
Erick meneruskan, saat tertangkap sampai step 2. Steve mendekam di rutan Polres Metro Jakarta Barat. Dia lalu melakukan pekerjaan seperti biasa seperti tahanan lainnya. Termasuk juga jatah makanan 3x satu hari.
Baca juga : Biaya Kuliah PENS
Hampir dua bulannya melakukan hukuman dari sana, Erick menyatakan kuasa hukum Steve tidak sempat ajukan rehab.
“Tidak sempat ada ajuan rehab sampai saat ini,” kata Erick sambil menyatakan tidak tahu pihak Steve tidak ajukan rehab.
Baca juga : Biaya Kuliah UNIJOYO
“Berkas telah komplet. Semua telah kami berikan pada kejaksaan,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh, Kamis (21/2/2019).
Erick meneruskan dalam pemberkasan itu, Polisi ajukan masalah 114 ayat 2 serta 112 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Sesaat pada masalah 127 mengenai mengkonsumsi narkoba pada dianya, Polres Jakbar tidak memberikan.
Pada masalah itu, Steve terancam hukuman penjara optimal seumur hidup atau hukuman mati. Dia dapat dibuktikan kuat lakukan penyelundupan, konsumsi, serta membaginya pada beberapa partnernya. “Kami berikan seutuhnya pada jaksa,” kata Erick.
Erick meneruskan, saat tertangkap sampai step 2. Steve mendekam di rutan Polres Metro Jakarta Barat. Dia lalu melakukan pekerjaan seperti biasa seperti tahanan lainnya. Termasuk juga jatah makanan 3x satu hari.
Baca juga : Biaya Kuliah PENS
Hampir dua bulannya melakukan hukuman dari sana, Erick menyatakan kuasa hukum Steve tidak sempat ajukan rehab.
“Tidak sempat ada ajuan rehab sampai saat ini,” kata Erick sambil menyatakan tidak tahu pihak Steve tidak ajukan rehab.
Monday, March 4, 2019
RSU Tangerang Selatan Tolak Rawap Inap Pasien DBD Rujukan
Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan (Tangsel), menampik rawap inap pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) referensi RS Sari Asih, Ciputat.
Pasien atas nama Rosa Amelia (37) itu, tidak diterima rawat inap, dengan asalan kamar inapnya penuh serta trombosit darahnya telah baik. Walau sebenarnya, dalam rujukannya di RS Sari Asih, ia mesti selekasnya dirawat.
Gundah campur resah, dirasa Besar Antono (37), suami Rosa. Tidak cuma penolakan, dianya pun mendapatkan service judes dokter IGD RSU Tangsel.
Baca juga : Jurusan di UB
"Iya, orang tuturnya tidak perlu dirawat, suruh pulang saja. Saya pun tidak tahu mengapa istri saya tidak diterima. Apa, sebab saya ojol (driver ojek online-red) serta cuma gunakan BPJS Kesehatan atau apakah," tuturnya pada KORAN SINDO, Kamis (24/1/2019).
Diterangkan ia, dokter yang katakan kepadanya seseorang wanita, serta rambutnya lurus dibonding. Waktu dengar info itu, Koordinator Ojol se-Tangsel ini syok berat.
"Dari RS Sari Asih telah ada kontrol dokter, tuturnya positif demam berdarah, serta mesti selekasnya dirawat. Tapi, tuturnya istri saya baik-baik saja. Ada pula dokter baik, yang check istri saya," tuturnya.
Akan tetapi, itupun sesudah dianya meneror akan menyebut partnernya sama-sama ojol yang berada di Tangsel untuk lakukan demo di RSU Tangsel. Pada akhirnya, istrinya dirawat.
Sesudah tadi malam bermalam di ruangan IGD dengan penyembuhan tangan diinfus, paginya perihal yang begitu ditakuti Besar berlangsung. Istrinya yang masih tetap sakit, diminta pulang ke rumah, serta berobat di Puskesmas saja.
Baca juga : Jurusan di UNESA
"Pada akhirnya, pagi-pagi diminta pulang. Diberi obat. Besok diminta hadir ke Puskesmas Ciputat Timur. Tuturnya kamar penuh. Dari malam sampai pagi di ruangan IGD. Hanya diberi impus serta parasetamol," tuturnya.
Diteruskan Besar, istrinya cuma dikasihkan obat untuk di dalam rumah parasetamol serta obat sakit perut, sebab perut istrinya sakit. Keadaan Rosa, sekarang ini masih tetap berasa sakit.
Berkaitan perihal ini, Kepala Bagian (Kabid,) Service Medis (Yanmed) RSU Tangsel Dr Imbar Umar Gozali menjelaskan, pihaknya akan lakukan penelusuran pada nama pasien itu terlebih dulu.
"Kelak ya pak, saya cek dahulu," kata Imba, waktu dihubungi KORAN SINDO, sore barusan.
Pasien atas nama Rosa Amelia (37) itu, tidak diterima rawat inap, dengan asalan kamar inapnya penuh serta trombosit darahnya telah baik. Walau sebenarnya, dalam rujukannya di RS Sari Asih, ia mesti selekasnya dirawat.
Gundah campur resah, dirasa Besar Antono (37), suami Rosa. Tidak cuma penolakan, dianya pun mendapatkan service judes dokter IGD RSU Tangsel.
Baca juga : Jurusan di UB
"Iya, orang tuturnya tidak perlu dirawat, suruh pulang saja. Saya pun tidak tahu mengapa istri saya tidak diterima. Apa, sebab saya ojol (driver ojek online-red) serta cuma gunakan BPJS Kesehatan atau apakah," tuturnya pada KORAN SINDO, Kamis (24/1/2019).
Diterangkan ia, dokter yang katakan kepadanya seseorang wanita, serta rambutnya lurus dibonding. Waktu dengar info itu, Koordinator Ojol se-Tangsel ini syok berat.
"Dari RS Sari Asih telah ada kontrol dokter, tuturnya positif demam berdarah, serta mesti selekasnya dirawat. Tapi, tuturnya istri saya baik-baik saja. Ada pula dokter baik, yang check istri saya," tuturnya.
Akan tetapi, itupun sesudah dianya meneror akan menyebut partnernya sama-sama ojol yang berada di Tangsel untuk lakukan demo di RSU Tangsel. Pada akhirnya, istrinya dirawat.
Sesudah tadi malam bermalam di ruangan IGD dengan penyembuhan tangan diinfus, paginya perihal yang begitu ditakuti Besar berlangsung. Istrinya yang masih tetap sakit, diminta pulang ke rumah, serta berobat di Puskesmas saja.
Baca juga : Jurusan di UNESA
"Pada akhirnya, pagi-pagi diminta pulang. Diberi obat. Besok diminta hadir ke Puskesmas Ciputat Timur. Tuturnya kamar penuh. Dari malam sampai pagi di ruangan IGD. Hanya diberi impus serta parasetamol," tuturnya.
Diteruskan Besar, istrinya cuma dikasihkan obat untuk di dalam rumah parasetamol serta obat sakit perut, sebab perut istrinya sakit. Keadaan Rosa, sekarang ini masih tetap berasa sakit.
Berkaitan perihal ini, Kepala Bagian (Kabid,) Service Medis (Yanmed) RSU Tangsel Dr Imbar Umar Gozali menjelaskan, pihaknya akan lakukan penelusuran pada nama pasien itu terlebih dulu.
"Kelak ya pak, saya cek dahulu," kata Imba, waktu dihubungi KORAN SINDO, sore barusan.
Sunday, March 3, 2019
Kabut Asap, Ribuan Warga Riau Terserang Penyakit
Dinas Kesehatan Propinsi Riau mencatat efek kabut asap karena kebakaran rimba serta tempat telah mengganggu kesehatan penduduk. Telah beberapa ribu masyarakat terkena penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menjelaskan, efek kabut asap untuk kesehatan sangat dirasa di tiga kabupaten serta kota. Daerah itu ialah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis serta Rokan Hilir.
Baca juga : Akreditasi Prodi UM
"Keseluruhan dari tiga lokasi sebab asap 2 .717 pasien dengan beberapa jenis penyakit," kata Mimi Selasa (26/2/2019).
Ia mengatakan, pasien sangat banyak ada di Kota Dumai dengan jumlahnya 2.344 orang. Sangat banyak ialah penyakit Infeksi Aliran Pernafasan Kronis (ISPA) dengan jumlahnya 2.199 pasien. Lalu pasien asma 52 orang, iritasi mata 58 orang, iritasi kulit 28 pasien serta phenomia atau demam 7 orang.
Di Kabupaten Bengkalis, penyakit ISPA pun menguasai dengan 247 orang, asma 15, pneumonia 4, iritasi mata 24 serta iritasi kulit 13 orang. Sesaat di Kabupaten Rokan Hilir pasien ISPA 42 orang, asma 4 orang , iritasi mata 8 orang serta iritasi kulit 16 pasien.
Baca juga : Akreditasi Prodi UNEJ
"Keseluruhan pasien ISPA di Riau ada 2448 orang," paparnya.
Angka ini dapat makin bertambah sebab banyak masyarakat yang tidak periksakan kesehatan. Propinsi Riau sekarang ini telah berstatus siaga darurat kebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menjelaskan, efek kabut asap untuk kesehatan sangat dirasa di tiga kabupaten serta kota. Daerah itu ialah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis serta Rokan Hilir.
Baca juga : Akreditasi Prodi UM
"Keseluruhan dari tiga lokasi sebab asap 2 .717 pasien dengan beberapa jenis penyakit," kata Mimi Selasa (26/2/2019).
Ia mengatakan, pasien sangat banyak ada di Kota Dumai dengan jumlahnya 2.344 orang. Sangat banyak ialah penyakit Infeksi Aliran Pernafasan Kronis (ISPA) dengan jumlahnya 2.199 pasien. Lalu pasien asma 52 orang, iritasi mata 58 orang, iritasi kulit 28 pasien serta phenomia atau demam 7 orang.
Di Kabupaten Bengkalis, penyakit ISPA pun menguasai dengan 247 orang, asma 15, pneumonia 4, iritasi mata 24 serta iritasi kulit 13 orang. Sesaat di Kabupaten Rokan Hilir pasien ISPA 42 orang, asma 4 orang , iritasi mata 8 orang serta iritasi kulit 16 pasien.
Baca juga : Akreditasi Prodi UNEJ
"Keseluruhan pasien ISPA di Riau ada 2448 orang," paparnya.
Angka ini dapat makin bertambah sebab banyak masyarakat yang tidak periksakan kesehatan. Propinsi Riau sekarang ini telah berstatus siaga darurat kebakaran.
Subscribe to:
Posts (Atom)