Pusat Analisis Anti- Korupsi Fakultas Hukum (Pukat) Kampus Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menagih janji Presiden Joko Widodo dalam prinsip pemberantasan korupsi serta reformasi birokrasi.
“Kami menagih prinsip dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena dua petinggi terpenting di bagian penegakan hukum malah dikasihkan pada kader parpol, ” kata periset Pusat Analisis Anti-Korupsi, Fakultas Hukum UGM, Hifdzil Alim waktu jumpa pers, tempo hari.
Baca juga: Biaya Kuliah UNDIKSHA - Pendaftaran UNDIKSHA
Menurutnya, menyongsong Hari Anti Korupsi Sedunia masih tetap ada kesangsian berkaitan janjijanji pemberantasan korupsi yang sempat dikatakan presiden. “Hingga sekarang belumlah ada pertanda janji itu akan dipenuhi Presiden Joko Widodo, janji itu belumlah dapat dibuktikan, ” tuturnya.
Hifdzil Alim menyampaikan, salah satunya yang begitu memprihatinkan merupakan penunjukan tokoh atau kader parpol di dua jabatan terpenting dalam penegakan hukum di Tanah Air. “Menteri Hukum serta HAM serta Jaksa Agung, kedua-duanya adalah tokoh atau kader parpol, ” tuturnya.
Dengan ketentuan perundangundangan, lanjut dia, penentuan Menkum HAM serta Jaksa Agung adalah hak prerogatif presiden. “Namun asalusul kedua-duanya menjadi tokoh politik dapat menghalangi proses pemberantasan korupsi di Indonesia, ” katanya.
Dia menyampaikan, sampai kini masalah korupsi semakin banyak dikerjakan tokoh politik. Jadi peluang adalah kawan atau lawan mereka sendiri. “Selain prinsip pemberantasan korupsi, sekarang ini arah reformasi birokrasi juga belumlah jelas, ” kata Hifdzil Alim.
Reformasi birokrasi, katanya, tidak cukup hanya pemberlakuan makanan simpel waktu rapat. Akan tetapi juga melakukan perbaikan birokrasi yang bersih serta profesional. “Kebijakan reformasi birokrasi belumlah menyentuh pemerintah daerah, tetapi masih tetap di tingkat pusat serta kementerian, ” katanya.
Masyarakat Yogya Proklamasikan Anti-Korupsi
Hari ini (Selasa, 9/12), masyarakat dunia rayakan Hari Anti-Korupsi Sedunia. Di Yogyakarta, penduduk yang dimotori seniman serta budayawan memproklamasikan rakyat antikorupsi. Acara itu jadi sisi dari agenda gropyokan korupsi dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diputuskan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tiap-tiap 9 Desember.
Baca juga: Biaya Kuliah UNUD - Pendaftaran UNUD
Gagasannya “proklamasi” dibacakan di Stadion Kridosono di sela-sela konser musik gropyokan yang diawali jam 18. 30 WIB. Konser ini di ramaikan musisi terkenal dari Yogyakarta, Shaggy Dog, Jogja Hip Hop Foundation, serta group musik lainnya, seperti Superman Is Dead sertaGigi.
“Konser ini bisa menjadi pengisi acara sesudah dikerjakan pawai gropyokan yang diawali dari Wisma LPP di Jalan Solo sampai ke Stadion Kridosono. Untuk baju kami tunjukkan merupakan topeng tikus yang alur memiliki bentuk dapat didownload di www. jujurbarengan. com, ” kata salah satunya penggagas Gropyokan Korupsi, Yan Parhas, tempo hari.
Topeng tikus jadi ticket masuk ke tempat konser yang diselenggarakan gratis itu. Masyarakat bisa membuat sendiri topeng dari rumah supaya bisa masuk ke acara yang ditarget dibarengi 10. 000 orang. Topeng tikus yang jadikan dress code diambil menjadi simbol dari Korupsi merupakan Kita. Slogan muncul dari pandangan jika perlakuan korupsi jadi tanggung jawab semua pihak.
“Kami memandang jika dengan tidak sadar kebudayaan sudah turut membesarkan bahkan juga menyapih korupsi sampai jadi membesar serta masif seperti saat ini. Sikap permisif, paternalistik, feodal, serta acuh tidak acuh merupakan sikap budaya yang memupuk korupsi dari penyakit kecil sekarang ini telah jadi kanker pembunuh, ” tutur salah satunya penggagas Gropyokan Korupsi, Agung “Leak” Kurniawan.
Thursday, August 9, 2018
Wednesday, August 8, 2018
BNN Temukan Narkoba dan Sajam Di Kampus UKI
Tubuh Narkotika Nasional (BNN) lakukan penggeledahan di universitas Kampus Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur. Dalam penggeledahan itu, petugas temukan beberapa senjata tajam (sajam) serta narkoba.
Baca juga: Jurusan di UNMUL
Ketua team penyisiran BNN Kombes Pol Slamet Pribadi menyampaikan, pihaknya temukan sebilah parang serta samurai. Lalu temukan dua gr batang ganja, suatu alat isap sabu, dua plastik klip wadah sabu, dan dua karung botol minuman keras.
" Ini temuan mengagumkan. Umumnya botol-botol ini untuk bikin bom molotov, " kata Slamet pada wartawan di Jakarta, Kamis (18/12/2014).
Dia menjelaskan, ada 20 personil BNN serta Polrestro Jakarta Timur, menyisir beberapa itik yang disangka jadi area untuk menyimpan narkoba mahasiswa.
" Kami sejak mulai jam 14. 00 WIB serta tuntas 16. 00 WIB, dari ruangan UKM sampai beberapa tempat meresahkan, " katanya.
Dia menuturkan, dalam operasi itu, team dibagi jadi dua ruang penyisiran. Semasing team membawa seekor anjing pelacak dengan ruang penelusuran didalam gedung Fakultas Tehnik serta di seputar gedung atau ruangan Unit Pekerjaan Mahasiswa (UKM).
Baca juga: Jurusan di UNLAM
BNN pilih mengadakan razia pada sore hari karena beberapa mahasiswa biasa beristirahat pada jam-jam itu. Saat penyisiran, kondisi berjalan aman serta lancar.
" Pihak universitas cukuplah kooperatif, ini sebagai usaha mencegah peredara narkoba di lingkungan universitas, " katanya.
Baca juga: Jurusan di UNMUL
Ketua team penyisiran BNN Kombes Pol Slamet Pribadi menyampaikan, pihaknya temukan sebilah parang serta samurai. Lalu temukan dua gr batang ganja, suatu alat isap sabu, dua plastik klip wadah sabu, dan dua karung botol minuman keras.
" Ini temuan mengagumkan. Umumnya botol-botol ini untuk bikin bom molotov, " kata Slamet pada wartawan di Jakarta, Kamis (18/12/2014).
Dia menjelaskan, ada 20 personil BNN serta Polrestro Jakarta Timur, menyisir beberapa itik yang disangka jadi area untuk menyimpan narkoba mahasiswa.
" Kami sejak mulai jam 14. 00 WIB serta tuntas 16. 00 WIB, dari ruangan UKM sampai beberapa tempat meresahkan, " katanya.
Dia menuturkan, dalam operasi itu, team dibagi jadi dua ruang penyisiran. Semasing team membawa seekor anjing pelacak dengan ruang penelusuran didalam gedung Fakultas Tehnik serta di seputar gedung atau ruangan Unit Pekerjaan Mahasiswa (UKM).
Baca juga: Jurusan di UNLAM
BNN pilih mengadakan razia pada sore hari karena beberapa mahasiswa biasa beristirahat pada jam-jam itu. Saat penyisiran, kondisi berjalan aman serta lancar.
" Pihak universitas cukuplah kooperatif, ini sebagai usaha mencegah peredara narkoba di lingkungan universitas, " katanya.
Sunday, August 5, 2018
UGM: Layanan JKN Dinilai Masih Timpang
Pusat Kebijakan serta Manajemen Kesehatan (PKMK) Kampus Gadjah Mada mengatakan service Agunan Kesehatan Nasional (JKN) sekarang ini dinilai masih tetap berbeda.
Baca juga: Biaya Kuliah STTT - Pendaftaran STTT
Ketimpangan itu berlangsung menyusul ada kesenjangan infrastruktur pada daerah serta kota. Ketua Team Periset PKMK FK-UGM Laksono Trisnantoro menyampaikan, ada ketidaksamaan yang tajam pada service di daerah yang maju serta yang ketinggalan. Dari ketidaksamaan rumah sakit, jumlahnya dokter, perawat, serta yang lain. Keadaan itu membahayakan buat proses pembangunan di Tanah Air.
“Bahkan saat tiga tahun paling akhir pembangunan rumah sakit baru cuma berpusat di Pulau Jawa” katanya waktu diskusi publik di Universitas Kampus Paramadina, Jakarta, tempo hari. Karenanya, dia mereferensikan supaya ada pembangunan rumah sakit diluar Jawa supaya rakyat miskin dapat nikmati akses kesehatan dengan wajar. Karena sekurang-kurangnya rumah sakit, service kesehatan cuma dapat dibuka oleh mereka yang dapat mencapai rumah sakit.
Penduduk yang jauh dari rumah sakit tidak dapat nikmati service kesehatan itu. Dia memberikan contoh pembangunan rumah sakit di Nusa Tenggara Timur cuma ada satu, yaitu di Kupang. Dengan kurangnya sarana kesehatan itu biaya klaim tidak akan berpihak pada orang miskin.
Baca juga: Biaya Kuliah UKSW - Pendaftaran UKSW
“Klaim untuk satu rumah sakit terunggul pertama di Jawa Tengah dapat sampai Rp60 miliar per bulan, ” katanya. Sementaraitu, penelitiPKMK dari Kampus Paramadina Dinna Wisnu mengutamakan pentingnya pemerintah menyertakan swasta serta unsur penduduk supaya tidak terlalu fokus pada kendali pemerintah. Bila swasta dilibatkan, targetpenambahankepesertaan di 2019 akan terbantu dari akses service. Sampai kini pemerintah belumlah melirik kemampuan swasta.
“Swasta mesti dilibatkan untuk tingkatkan sarana service kesehatan, bila pada 2014 menambahkan peserta sampai 30 juta, bagaimana dapat mengcover seluruhjumlahkepesertaan di 2019? ” katanya.
Baca juga: Biaya Kuliah STTT - Pendaftaran STTT
Ketimpangan itu berlangsung menyusul ada kesenjangan infrastruktur pada daerah serta kota. Ketua Team Periset PKMK FK-UGM Laksono Trisnantoro menyampaikan, ada ketidaksamaan yang tajam pada service di daerah yang maju serta yang ketinggalan. Dari ketidaksamaan rumah sakit, jumlahnya dokter, perawat, serta yang lain. Keadaan itu membahayakan buat proses pembangunan di Tanah Air.
“Bahkan saat tiga tahun paling akhir pembangunan rumah sakit baru cuma berpusat di Pulau Jawa” katanya waktu diskusi publik di Universitas Kampus Paramadina, Jakarta, tempo hari. Karenanya, dia mereferensikan supaya ada pembangunan rumah sakit diluar Jawa supaya rakyat miskin dapat nikmati akses kesehatan dengan wajar. Karena sekurang-kurangnya rumah sakit, service kesehatan cuma dapat dibuka oleh mereka yang dapat mencapai rumah sakit.
Penduduk yang jauh dari rumah sakit tidak dapat nikmati service kesehatan itu. Dia memberikan contoh pembangunan rumah sakit di Nusa Tenggara Timur cuma ada satu, yaitu di Kupang. Dengan kurangnya sarana kesehatan itu biaya klaim tidak akan berpihak pada orang miskin.
Baca juga: Biaya Kuliah UKSW - Pendaftaran UKSW
“Klaim untuk satu rumah sakit terunggul pertama di Jawa Tengah dapat sampai Rp60 miliar per bulan, ” katanya. Sementaraitu, penelitiPKMK dari Kampus Paramadina Dinna Wisnu mengutamakan pentingnya pemerintah menyertakan swasta serta unsur penduduk supaya tidak terlalu fokus pada kendali pemerintah. Bila swasta dilibatkan, targetpenambahankepesertaan di 2019 akan terbantu dari akses service. Sampai kini pemerintah belumlah melirik kemampuan swasta.
“Swasta mesti dilibatkan untuk tingkatkan sarana service kesehatan, bila pada 2014 menambahkan peserta sampai 30 juta, bagaimana dapat mengcover seluruhjumlahkepesertaan di 2019? ” katanya.
Friday, August 3, 2018
Tim FKIP UB Malang Siapkan Jaring Khusus
Team penyelamat ikan hiu tutul (rhincodon typus) Fakultas Kelautan serta Pengetahuan Perikanan (FKIP) Kampus Brawijaya (UB) Malang berusaha keras membuat jaring memiliki ukuran besar untuk selamatkan ikan hiu tutul yang terjerat dalam aliran air masuk (intake) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Koordinator team penyelamat ikan hiu tutul FKIP UB Malang Sukandar mengatakan, banyak kesusahan yang mesti dihadapi dalam penyelamatan ikan itu mengingat arus air di aliran intake begitu deras. “Kecepatan arus air di permukaannya dapat sampai tiga knot. Di bagian bawahnya tentu arusnya tambah lebih kencang, ” ucapnya.
Baca juga: Jurusan di UNHAS
Masalah lainnya yang begitu menghalangi proses penyelamatan ikan ini ada juga arus listrik tegangan tinggi diatas aliran air. Jika arus air dihentikan, proses produksi listrik di PLTU itu dapat berhenti. Walau sebenarnya, PLTU ini mensuplai listrik untuk penduduk di Pulau Jawa serta Bali. “Kami juga tidak dapat meramalkan sampai kapan ikan itu dapat bertahan di aliran air serta tidak sampai tersedot masuk ke pembangkit. Jika ikan mati serta masuk ke pembangkit, proses produksi listrik akan terganggu, ” katanya.
Ikan raksasa itu masuk ke aliran intake sampai sejauh 1 km. serta telah ada di kolam penampungan air paling akhir sebelum masuk ke pembangkit. Ikan itu diprediksikan mempunyai panjang 6 mtr. serta berat seputar 2 ton. Sukandar mengatakan, proses penyelamatan tidak dapat memakai tenaga manusia didalam aliran air itu karena mempunyai kedalaman sampai 10 mtr. serta arusnya begitu deras.
Jika manusia masuk, langsung bisa hilang terikut arus air. Usaha yang tengah digagas bersama dengan anggota timnya yang lainnya merupakan menjaring ikan itu. Jaring akan coba dipasang serta ditarik dengan memakai katrol yang dipasang diatas aliran itu. Jaring yang tengah digagas mempunyai lebar 25 mtr. serta panjang 40 mtr.. Jaring ini masih tetap didesain memakai tali plastik type polypropylen dengan diameter 10 milimeter (mm). Diperlukan waktu dua hari untuk bikin jaring itu.
“Jaring yang akan kami bikin mempunyai mata jaring selebar 40 sentimeter (cm) x 50 cm. Jaring dioperasionalkan dengan katrol yang dipasang di belakang serta depan ikan, ” katanya. Hasil analisis tehnis pembuatan jaring serta usaha pengangkatan ikan hiu paus itu akan dikatakan pada rapat bersama dengan team kombinasi di Paiton pada Rabu (11/2).
Baca juga: Jurusan di UHO
Jika gagasan proses pengangkatan ini di setujui serta dapat dikerjakan, itu akan diteruskan dengan proses evakuasi ikan dari titik pengangkatan menuju ke laut. Kepala Dinas Kelautan serta Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, proses penyelamatan ikan ini memerlukan pengaturan yang masak antarsemua pihak. Ikan itu ada dalam objek vital negara.
“Ikan itu mesti dievakuasi. Kalaupun dilewatkan, akan menyumbat aliran air serta dapat meneror proses pembangkitan, ” tuturnya.
Koordinator team penyelamat ikan hiu tutul FKIP UB Malang Sukandar mengatakan, banyak kesusahan yang mesti dihadapi dalam penyelamatan ikan itu mengingat arus air di aliran intake begitu deras. “Kecepatan arus air di permukaannya dapat sampai tiga knot. Di bagian bawahnya tentu arusnya tambah lebih kencang, ” ucapnya.
Baca juga: Jurusan di UNHAS
Masalah lainnya yang begitu menghalangi proses penyelamatan ikan ini ada juga arus listrik tegangan tinggi diatas aliran air. Jika arus air dihentikan, proses produksi listrik di PLTU itu dapat berhenti. Walau sebenarnya, PLTU ini mensuplai listrik untuk penduduk di Pulau Jawa serta Bali. “Kami juga tidak dapat meramalkan sampai kapan ikan itu dapat bertahan di aliran air serta tidak sampai tersedot masuk ke pembangkit. Jika ikan mati serta masuk ke pembangkit, proses produksi listrik akan terganggu, ” katanya.
Ikan raksasa itu masuk ke aliran intake sampai sejauh 1 km. serta telah ada di kolam penampungan air paling akhir sebelum masuk ke pembangkit. Ikan itu diprediksikan mempunyai panjang 6 mtr. serta berat seputar 2 ton. Sukandar mengatakan, proses penyelamatan tidak dapat memakai tenaga manusia didalam aliran air itu karena mempunyai kedalaman sampai 10 mtr. serta arusnya begitu deras.
Jika manusia masuk, langsung bisa hilang terikut arus air. Usaha yang tengah digagas bersama dengan anggota timnya yang lainnya merupakan menjaring ikan itu. Jaring akan coba dipasang serta ditarik dengan memakai katrol yang dipasang diatas aliran itu. Jaring yang tengah digagas mempunyai lebar 25 mtr. serta panjang 40 mtr.. Jaring ini masih tetap didesain memakai tali plastik type polypropylen dengan diameter 10 milimeter (mm). Diperlukan waktu dua hari untuk bikin jaring itu.
“Jaring yang akan kami bikin mempunyai mata jaring selebar 40 sentimeter (cm) x 50 cm. Jaring dioperasionalkan dengan katrol yang dipasang di belakang serta depan ikan, ” katanya. Hasil analisis tehnis pembuatan jaring serta usaha pengangkatan ikan hiu paus itu akan dikatakan pada rapat bersama dengan team kombinasi di Paiton pada Rabu (11/2).
Baca juga: Jurusan di UHO
Jika gagasan proses pengangkatan ini di setujui serta dapat dikerjakan, itu akan diteruskan dengan proses evakuasi ikan dari titik pengangkatan menuju ke laut. Kepala Dinas Kelautan serta Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, proses penyelamatan ikan ini memerlukan pengaturan yang masak antarsemua pihak. Ikan itu ada dalam objek vital negara.
“Ikan itu mesti dievakuasi. Kalaupun dilewatkan, akan menyumbat aliran air serta dapat meneror proses pembangkitan, ” tuturnya.
Wednesday, August 1, 2018
Polda Sidik Kasus Rumah Sakit UB
Masalah pendapat pidana pembangunan Rumah Sakit Akademik Kampus Brawijaya (RSAUB) masuk set baru. Masalah ini sah disidik Polda Jawa Timur bersamaan penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomer : SP DIK/48/- I/2015/Ditreskrimsus, per tanggal 21 Januari 2015 kemarin.
Penyidik Polda Jawa timur bahkan juga sudah menyebut serta memohon info dari empat orang saksi. Mereka merupakan Sang Angga Buana menjadi pelapor, serta beberapa masyarakat Perumahan Griyasantha Grand Ekskutif. Satu nama lagi yang telah di panggil untuk dimintai info, merupakan petinggi Pemkot Malang, berinisial S. Sekarang ini S jadi Staf Pakar di Pemkot Malang, awal mulanya S menjabat menjadi Kepala Tubuh Service Perizinan Terpadu (BP2T).
Baca juga: Biaya Kuliah UNPAR - Pendaftaran UNPAR
“Sudah ada empat orang saksi yang dimintai info oleh team penyidik. Nanti, team penyidik akan turun ke lapangan, untuk lakukan penyidikan di tempat, ” tutur Kepala Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Awi Setiono, tempo hari. Dia mengutarakan petinggi S, dicheck dengan surat panggilan No : S. Pgl/265/II/- 2015/Ditreskrimsus, tertanggal 3 Februari 2015.
Petinggi S sudah melakukan kontrol pada 21 Februari 2015, serta gagasannya akan dicheck kembali ke hari ini Sabtu (28/2) di Markas Polda Jawa timur. “Pejabat S, adalah petinggi yang keluarkan Izin Membangun Bangunan (IMB) untuk pembangunan RSAUB, ” katanya.
Awi menyampaikan, penyidikan ini diantaranya didasarkan pada laporan dari penduduk, dengan nomer surat Laporan Polisi : LP/335/XII/2014/SUS/- SPKT, tertanggal 16 Desember 2014, dengan nama pelapor, Sang Angga Buana, masyarakat Perumahan Griyasantha Grand Ekskutif, Kota Malang.
Berdasar pada laporan, serta proses penyidikan, disangka ada pelanggaran pidana pada UU RI No 4/- 1992 mengenai Perumahan serta Permukiman, yang dirubah dengan UU RI No 1/2011 mengenai Perumahan serta Lokasi Permukiman. Ada dua masalah dalam UU itu, yang berkaitan secara langsung dengan pendapat pelanggaran pidana ini.
Yaitu Masalah 144, yang berbunyi tubuh hukum yang mengadakan pembangunan perumahan serta lokasi permukiman, dilarang mengalih fungsikan fasilitas prasarana serta utilitas umum diluar fungsinya. Masalah 146, yang berbunyi, tubuh hukum yang bangun lisiba, dilarang jual kaveling tanah masak tanpa rumah.
Pembangunan Rumah Sakit Akademik Kampus Brawijaya (RSAUB) Malang, yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu memang penuh pro-kontra. Project dengan dana APBN itu diawali semenjak 2009 ini dengan semena-mena tutup akses jalan masyarakat perumahan Griyasantha Grand Ekskutif.
Baca juga: Biaya Kuliah UPH - Pendaftaran UPH
Diluar itu tempat project ini nyatanya memakai tanah kaveling siap bangun. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono mengakui, sudah tahu ada kontrol salah satunya petinggi Pemkot Malang berkaitan masalah pendapat korupsi RSAUB. Dia terima laporan dengan lisan dari S sesudah yang berkaitan melakukan kontrol di Surabaya.
“Beliaunya telah memberikan laporan hal seperti ini pada saya dengan lisan, tapi saya belumlah terima tembusan pemberitahuan dari Polda Jawa Timur, ” katanya. Sesaat Sang Angga Buana, 38 mengakui, masyarakat Griyasantha Grand Ekskutif memang memberikan laporan masalah pendapat pelanggaran hukum pembangunan RSAUB itu. “Banyak pelanggaran hukum yang berlangsung, serta ini begitu merugikan penduduk, , ” tuturnya.
Penyidik Polda Jawa timur bahkan juga sudah menyebut serta memohon info dari empat orang saksi. Mereka merupakan Sang Angga Buana menjadi pelapor, serta beberapa masyarakat Perumahan Griyasantha Grand Ekskutif. Satu nama lagi yang telah di panggil untuk dimintai info, merupakan petinggi Pemkot Malang, berinisial S. Sekarang ini S jadi Staf Pakar di Pemkot Malang, awal mulanya S menjabat menjadi Kepala Tubuh Service Perizinan Terpadu (BP2T).
Baca juga: Biaya Kuliah UNPAR - Pendaftaran UNPAR
“Sudah ada empat orang saksi yang dimintai info oleh team penyidik. Nanti, team penyidik akan turun ke lapangan, untuk lakukan penyidikan di tempat, ” tutur Kepala Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Awi Setiono, tempo hari. Dia mengutarakan petinggi S, dicheck dengan surat panggilan No : S. Pgl/265/II/- 2015/Ditreskrimsus, tertanggal 3 Februari 2015.
Petinggi S sudah melakukan kontrol pada 21 Februari 2015, serta gagasannya akan dicheck kembali ke hari ini Sabtu (28/2) di Markas Polda Jawa timur. “Pejabat S, adalah petinggi yang keluarkan Izin Membangun Bangunan (IMB) untuk pembangunan RSAUB, ” katanya.
Awi menyampaikan, penyidikan ini diantaranya didasarkan pada laporan dari penduduk, dengan nomer surat Laporan Polisi : LP/335/XII/2014/SUS/- SPKT, tertanggal 16 Desember 2014, dengan nama pelapor, Sang Angga Buana, masyarakat Perumahan Griyasantha Grand Ekskutif, Kota Malang.
Berdasar pada laporan, serta proses penyidikan, disangka ada pelanggaran pidana pada UU RI No 4/- 1992 mengenai Perumahan serta Permukiman, yang dirubah dengan UU RI No 1/2011 mengenai Perumahan serta Lokasi Permukiman. Ada dua masalah dalam UU itu, yang berkaitan secara langsung dengan pendapat pelanggaran pidana ini.
Yaitu Masalah 144, yang berbunyi tubuh hukum yang mengadakan pembangunan perumahan serta lokasi permukiman, dilarang mengalih fungsikan fasilitas prasarana serta utilitas umum diluar fungsinya. Masalah 146, yang berbunyi, tubuh hukum yang bangun lisiba, dilarang jual kaveling tanah masak tanpa rumah.
Pembangunan Rumah Sakit Akademik Kampus Brawijaya (RSAUB) Malang, yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu memang penuh pro-kontra. Project dengan dana APBN itu diawali semenjak 2009 ini dengan semena-mena tutup akses jalan masyarakat perumahan Griyasantha Grand Ekskutif.
Baca juga: Biaya Kuliah UPH - Pendaftaran UPH
Diluar itu tempat project ini nyatanya memakai tanah kaveling siap bangun. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono mengakui, sudah tahu ada kontrol salah satunya petinggi Pemkot Malang berkaitan masalah pendapat korupsi RSAUB. Dia terima laporan dengan lisan dari S sesudah yang berkaitan melakukan kontrol di Surabaya.
“Beliaunya telah memberikan laporan hal seperti ini pada saya dengan lisan, tapi saya belumlah terima tembusan pemberitahuan dari Polda Jawa Timur, ” katanya. Sesaat Sang Angga Buana, 38 mengakui, masyarakat Griyasantha Grand Ekskutif memang memberikan laporan masalah pendapat pelanggaran hukum pembangunan RSAUB itu. “Banyak pelanggaran hukum yang berlangsung, serta ini begitu merugikan penduduk, , ” tuturnya.
Tuesday, July 31, 2018
6 Mahasiswa Undip Berangkat ke Korsel
Enam mahasiswa Kampus Diponegoro (Undip) Semarang akan ikuti arena Harvard World Jenis United Nations 2015 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada 16-20 Maret ini.
Baca juga: Jurusan di UPI
Enam mahasiswa dari beberapa fakultas di Undip itu mendapatkan komite yang berlainan. Delegasi yang mewakili Tanzania di komite Social, Cultural, and Humanitarian merupakan Zhabrinna, 21, mahasiswi Tehnik Sipil FT serta Hara Paradisa S, 20, mahasiswa jurusan Administrasi Usaha FISIP. Mengenai yang mewakili Madagaskar, yakni Wakhid Aprizal M, 19, mahasiswa jurusan Jalinan Internasional FISIP di komite Historical General Assembly 1995 dan Rainer Abeltua S, 19, mahasiswa jurusan Manajemen FEB serta Luthfi Ady F, 20, mahasiswa Tehnik Mesin FT di komite Disarmament and Security.
Sesaat Sarwendah Nugrahaning Putri, 20, mahasiswi jurusan Manajemen FEB, sebagai ketua delegasi Undip diletakkan di komite UN Summit on the Millennium Development Goals. “Ini adalah keikutsertaan Undip yang ke-2 kalinya pada Harvard World MUN ini. Pada pertandingan ini kami mengharap dapat mencatatkan prestasi yang dapat membesarkan hati Indonesia biasanya serta Undip pada terutamanya, ” tutur Sarwendah Nugrahaning Putri tempo hari.
Sebatas di ketahui, arena ini berlainan dengan pertandingan simulasi sidang Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) yang lain. Harvard World MUN ini diselenggarakan tiap-tiap tahun di negara berlainan, serta tahun ini Seoul mendapatkan kehormatan jadi tuan-rumah pada pertandingan yang digelar oleh Harvard University bekerja bersama dengan Hankuk University of Foreign Studies. Sarwendah mengatakan, delegasi Undip yang di kirim ke Seoul itu akan bersaing dengan 2. 500 mahasiswa dari beberapa kampus didunia.
“Mahasiswa yang jadi delegasi Undip awal mulanya telah lewat beberapa tingkatan seleksi dengan ketat, serta di pastikan telah mempunyai dedikasi untuk almamater kami, ” pungkasnya.
Baca juga: Jurusan di UNTAD
Selain itu, Zhabrinna mengatakan lewat pertandingan sidang simulasi PBB itu, beberapa anggota delegasi bisa pelajari diplomasi, jalinan internasional, dan bagaimana PBB menggerakkan sidangnya. Setiap peserta dituntut tingkatkan potensi riset, public speaking, debat, serta penulisan.
Baca juga: Jurusan di UPI
Enam mahasiswa dari beberapa fakultas di Undip itu mendapatkan komite yang berlainan. Delegasi yang mewakili Tanzania di komite Social, Cultural, and Humanitarian merupakan Zhabrinna, 21, mahasiswi Tehnik Sipil FT serta Hara Paradisa S, 20, mahasiswa jurusan Administrasi Usaha FISIP. Mengenai yang mewakili Madagaskar, yakni Wakhid Aprizal M, 19, mahasiswa jurusan Jalinan Internasional FISIP di komite Historical General Assembly 1995 dan Rainer Abeltua S, 19, mahasiswa jurusan Manajemen FEB serta Luthfi Ady F, 20, mahasiswa Tehnik Mesin FT di komite Disarmament and Security.
Sesaat Sarwendah Nugrahaning Putri, 20, mahasiswi jurusan Manajemen FEB, sebagai ketua delegasi Undip diletakkan di komite UN Summit on the Millennium Development Goals. “Ini adalah keikutsertaan Undip yang ke-2 kalinya pada Harvard World MUN ini. Pada pertandingan ini kami mengharap dapat mencatatkan prestasi yang dapat membesarkan hati Indonesia biasanya serta Undip pada terutamanya, ” tutur Sarwendah Nugrahaning Putri tempo hari.
Sebatas di ketahui, arena ini berlainan dengan pertandingan simulasi sidang Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) yang lain. Harvard World MUN ini diselenggarakan tiap-tiap tahun di negara berlainan, serta tahun ini Seoul mendapatkan kehormatan jadi tuan-rumah pada pertandingan yang digelar oleh Harvard University bekerja bersama dengan Hankuk University of Foreign Studies. Sarwendah mengatakan, delegasi Undip yang di kirim ke Seoul itu akan bersaing dengan 2. 500 mahasiswa dari beberapa kampus didunia.
“Mahasiswa yang jadi delegasi Undip awal mulanya telah lewat beberapa tingkatan seleksi dengan ketat, serta di pastikan telah mempunyai dedikasi untuk almamater kami, ” pungkasnya.
Baca juga: Jurusan di UNTAD
Selain itu, Zhabrinna mengatakan lewat pertandingan sidang simulasi PBB itu, beberapa anggota delegasi bisa pelajari diplomasi, jalinan internasional, dan bagaimana PBB menggerakkan sidangnya. Setiap peserta dituntut tingkatkan potensi riset, public speaking, debat, serta penulisan.
Friday, July 27, 2018
Pengelola Indekos Tak Yakin Mahasiswa UI Itu Bunuh Diri
Kematian Akseyna Ahad Dori mahasiswa Kampus Indonesia yang diketemukan meninggal di Danau Kenanga universitas itu masih tetap jadi misteri. Pengelola indekos tempat Dori tingga tidak meyakini jika mahasiswa cerdas itu bunuh diri.
Baca juga: Biaya Kuliah UNIPA - Pendaftaran UNIPA
Walau pada dinding kamar indekosnya diketemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis Dori sebelum diketemukan tidak bernyawa. Pengelola indekos Edi Sukardi menyampaikan, mahasiswa program studi Biologi Fakultas Matematika serta IPA itu kesehariannya begitu pendiam.
" Anaknya itu sopan, pulang kuliah tidak sempat nongkrong dengan rekan indekos. Jika bunuh diri apa iya dia lakukan itu?, " tutur Edi pada Sindonews, Rabu (1/4/2015). Menurut Edi, di indekos yang dikelolanya ini ada 29 penghuni semuanya lelaki.
Baca juga: Biaya Kuliah UMB - Pendaftaran UMB
Sampai kini, lanjut dia, Dori cuma memiliki dua teman dekat sesama angkatan 2013. Kedua-duanya tetap tampak seringkali hadir ke indekos. " Satu namanya Jibril, seseorang lagi saya tidak ingat namanya. Rekan-rekan korban tidak tahu apa permasalahan yang tengah dihadapi korban karena memang orangnya pendiam, " katanya.
Baca juga: Biaya Kuliah UNIPA - Pendaftaran UNIPA
Walau pada dinding kamar indekosnya diketemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis Dori sebelum diketemukan tidak bernyawa. Pengelola indekos Edi Sukardi menyampaikan, mahasiswa program studi Biologi Fakultas Matematika serta IPA itu kesehariannya begitu pendiam.
" Anaknya itu sopan, pulang kuliah tidak sempat nongkrong dengan rekan indekos. Jika bunuh diri apa iya dia lakukan itu?, " tutur Edi pada Sindonews, Rabu (1/4/2015). Menurut Edi, di indekos yang dikelolanya ini ada 29 penghuni semuanya lelaki.
Baca juga: Biaya Kuliah UMB - Pendaftaran UMB
Sampai kini, lanjut dia, Dori cuma memiliki dua teman dekat sesama angkatan 2013. Kedua-duanya tetap tampak seringkali hadir ke indekos. " Satu namanya Jibril, seseorang lagi saya tidak ingat namanya. Rekan-rekan korban tidak tahu apa permasalahan yang tengah dihadapi korban karena memang orangnya pendiam, " katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)